Bahan Asistensi Sistem Indera (Rizqi Nur Azizah & Auliawati Rusli)

SISTEM INDERA

Oleh

Aulia Wati, S.Farm.,Apt

Rizqi Nur Azizah, S.Si.,Apt

Indra di tubuh kita secara terus-menerus memberi informasi tentang lingkungan disekitar kita.   Indra pengecap dn penghidu memungkinkan kita menikmati rasa makanan.  Pengindraan kesetimbangan memungkinkan kita berdiri tegak.  Kita juga mendapat informasi dari indra kita tentang apa yang terjadi didalam tubuh kita.  Nyeri karena sakit kepala, misalnya membuat kita mencari sesuatu untuk mengatasinya, misalnya meminum aspirin.  Secara umum, tujuan pengindraan adalah memampukan tubuh manusia merespons dengan tepat segala perubahan dan mempertahankan homeostatis.

Impuls yang terlibat dalam pengindraan melalui jaras yang amat pasti, yang semuanya memiliki bagian-bagian berikut :

  1. Reseptor_ mendeteksi perubahan (stimulus) dan menghasilkan impuls.  Reseptor biasanya sangat spesifik dalam merespons jenis perubahan yang timbul.  Reseptor yang terdapat di retina mendeteksi sinar, reseptor di rongga  hidung mendeteksi bau.
  2. Neuron sensorik_ menghantar saraf impuls dari reseptor menuju system saraf pusat.
  3. Jaras sensorik_ substansia alba dalam medulla spinalis atau otak yang menghantar impuls menuju bagian spesifik di otak.
  4. Area sensorik_ sebagaian besar terdapat korteks serebri.  Area ini merasakan dan menginteprasi sensasi.

Ada beberapa Karakteristik sensasi yaitu :

  1. Proyeksi_ sensasi dating dari area tempat reseptor dirangsang.  Jika anda menyentuh buku ini, sensasi sentuhan seolah ada di tangan anda padahal sebetulnya korteks serebri yang merasakannya.
  2. Intensitas_ beberapa sensasi dirasakan secara lebih khusus dan lebih kuat daripada sensasi lain.  Stimulus yang lemah, misalnya, sinar yang redup, akan mempengaruhi sejumlah kecil reseptor, tetapi stimulus yang lebih kuat, misalnya, sinar matahari yang terang akan menstimulasi lebih banyak reseptor.
  3. Kontras_ efek sensasi yang terdahulu dan yang simultan pada sensasi saat ini, yang kemudian diperkuat atau diperlemah.
  4. Adaptasi_ menjadi tidak sadar terhadap stimulus yang terus-menerus.  Reseptor akan mendeteksi perubahan, tetapi jika stimulus dating terus-menerus, tidak akan terjadi banyak perubahan dan reseptor hanya akan menghasilkan lebih sedikit impuls.
  5. Sensasi penglihatan lanjut_ sensasi tetap dapat disadari walaupun stimulus dapat dihentikan.

 

MATA

Mata adalah system optic yang memfokuskan berkas cahaya pada fotoreseptor, yang mengubah energy cahaya menjadi impuls saraf.  Mata memiliki reseptor penglihatan dan system pembiasan yang memfokuskan sinar pada reseptor yang terdapat.

KELOPAK MATA DAN APARATUS LAKRIMALIS

Kelopak mata memiliki otot rangka yang memungkinkan kelopak mata menutup dan melindungi bagian depan bola mata.  Kelopak mata dilapisi oleh membrane tipis yang disebut konjungtiva, yang juga melipat kebagian putih mata.  Inflamasi pada membrane ini disebut konjungtivitis dan sering disebabkan oleh alergi sehingga membuat mata merah, gatal, dan berair.

Bulu mata disepanjang tepi setiap kelopak mata membantu mencegah debu masuk ke mata.

Air mata diproduksi oleh kelenjar lakrimal, yang terletak di sudut atas luar bola mata, didalam orbit.  Air mata sebagaian besar tersusun atas air dan mengandung lisosim, enzim yang menghambat pertumbuhan bakteri pada permukaan hangat dan basah mata.

Pada sudut medial kelopak mata, terdapat dua muara ke dalam saluran lakrimal atas dan bawah.  Saluran ini membawa air mata menuju sakus lakrimalis (pada tulang lakrimal), yang akan menuju ke duktus nasolakrimal yang menyalurkan air mata ke dalam rongga hidung.  Inilah alas an mengapa pada saat menangis, hidung kita sering mengeluarkan cairan.

BOLA MATA

Sebagaian besar bola mata terdapat didalam dan dilindungi oleh orbit, yang disusun oleh os. Maksila, zigomatikum, frontale, sfeinodale, dan eitmoidale.  Keenam otot intrinsic mata melekat pada tulang dan permukaan bola mata.  Ada empat otot rektus yang menggerakkan bola mata ke atas dan kebawah dan dua otot oblik yang memutar bola mata.

Lapisan Bola Mata, pada dindingnya bola mata memiliki tiga lapisan yaitu

  1. sclera (terluar) adalah lapisan yang tersusun atas jaringan ikat fibrosa yang tampak sebagai bagian putih pada mata. Bagian paling depan kornea merupakan bagian pertama mata yang membiaskan atau membelokkan cahaya.
  2. lapisan koroid (tengah) mengandung pembuluh darah dan pigmen biru tua yang mengabsorbsi cahaya yang memasuki mata sehingga mencegah silau.  Bagian depan koroid dibagi menjadi korpus siliaris adalah otot sirkular yang mengelilingi tepi lensa mata dan iris merupakan bagian mata yang berwarna.
  3. retina (Dalam) terdapat di dua pertiga posterior bola mata dan mengandung reseptor penglihatan, yaitu sel batang hanya mendeteksi cahaya dan sel kerucut mendeteksi warna.

Rongga pada Bola Mata, ada dua rongga pada bola mata yaitu :

  1. Kamera okuli posterior, terletak diantar lensa dan retina dan berisi humor vitreus.
  2. Kamera okulo anterior, terletak di antara bagian depan lensa dan kornea; ruang ini diisi oleh humor aquasus.

GANGGUAN (PATOFISIOLOGI) PADA MATA

Gangguan pada mata , kesalahan pembiasan yaitu Rabun Jauh (Miopi), Rabun Dekat (Hipermetropia), Astigmatisma.

Rabun Senja

Buta Warna

Glaukoma

 

TELINGA

Telinga memiliki tiga bagian : telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam.  Telinga mengandung reseptor untuk dua pengindraan, pendengaran dan kesetimbangan (equilibrium).

TELINGA LUAR

Telinga luar terdiri dari aurikula (daun telinga) dan saluran telinga. 

Aurikula, atau pina tersusun atas kartilago yang dibungkus kulit.

Saluran telinga, juga disebut meatus audutirus eksternus, merupakan saluran ke dalam os temporal dan membentuk kurva yang condong ke atas dank e bawah.

TELINGA TENGAH

Telingah tengah adalah rongga yang berisi udara dalam tulang temporale.

Gendang telinga atau membrane timpani, membentang sampai bagian akhir saluran telinga, dan akan bergetar ketika gelombang suara melaluinya.  Getaran ini akan menuju ketiga tulang pendengaran yaitu maleus, inkus dan stapes.  Stapes menghantar getaran ke telinga dalam yang berisis oleh cairan pada fenestra vestibule.

Tuba eustachii (tuba auditorius) memanjang dari telinga sampai nasofaring dan memungkinkan udara memasuki atau meninggalkan rongga telinga tengah.  Tekanan udara pada telinga tengah harus sama dengan tekanan udara atsmosfer luar supaya gendang telinga dapat bergetar dengan baik.

TELINGA DALAM

Di dalam os temporal, telinga dalam merupakan suatu rongga yang disebut labirin berdinding tulang (maze), yang dilapisi oleh membrane yang disebut membranosa labirin.

Perilimf adalah cairan yang terdapat diantara tulang dan membrane, dan endolimf adalah cairan yang terdapat di dalam struktur membran di dalam telinga dalam.  Struktur-struktur tersebut adalah koklea (yang terkait erat dengan pendengaran), utrikulus, sakulus, dan kanalis semisirkularis, yang semuanya berfungsi untuk mempertahankan keseimbangan.

 

GANGGUAN (PATOFISIOLOGI) PADA TELINGA

Gangguan pada telinga yaitu tuli.

Tuli adalah ketidakmampuan untuk mendengar dengan baik.  Tipe tuli diklasifikasikan berdasarkan bagian proses pendengaran yang fungsinya tidak normal yaitu tuli konduksi, tuli saraf dan tuli sentral.

HIDUNG

Mukosa olfaktorius (penghidi/penciuman) yang terletak dilangit-langit rongga hidung, mengandung tiga jenis sel : reseptor olfaktorius, sel penunjang dan sel basal.  Sel-sel penunjang mengeluarkan mucus, yang melapisi hidung.  Sel-sel basal adalah prekursosr untuk sel-sel reseptor olfaktorius yang baru, yang diganti setiap sekitar dua bulan.  Hal ini sungguh, karena tidak seperti reseptor indera lainnya, reseptor olfaktorius merupakan ujung-ujung neuron aferen khusus, bukan sel-sel tersendiri.

LIDAH / PENGECAP

Indra pengecap ditemukan pada tunas pengecap; sebagaian besar tunas pengecap tersebut terdapat di papilla lidah.   Kemoreseptor ini mendeteksi zat kimia dalam larutan yang terdapat di mulut.  Kemoreseptor untuk sensasi pengecpan terkemas dalam pupil-pupil pengecap.   Setiap pupil pengecap memiliki pori-pori pengecap, tempat berkontaknya cairan dalam mulut dengan permukaan sel reseptor. Sel-sel reseptor pengecapan adalah sel epitel termodifikasi dengan banyak lipatan permukaan atau mikrovili, yang sedikit menonjol melalui pori-pori pengecap untuk meningkatkan luas permukaan sel yang terpajan diisi mulut.

Ribuan sensasi pengecapan yang berlainan dapat kita bedakan, namun semua rasa tersebut adalah berbagai kombinasi dari empat rasa utama yaitu asin, masam (kecut), manis dan pahit.

KULIT

Kulit merupakan organ terbesar pada tubuh manusia, membungkus otot-otot dan organ dalam.  Kulit merupakan jalinan jaringan tidak berujung pembuluh darah, saraf dan kelenjar, semuanya memiliki potensi untuk terserang penyakit.  Kulit berfungsi melindungi tubuh dari trauma dan merupakan benteng pertahanan terhadap infeksi bakteri, virus dan jamur.

STRUKTUR KULIT

Secara mikroskopis kulit terdiri dari 3 lapisan yaitu epidermis, dermis dan lemak subkutan.

Epidermis, bagian terluar kulit dibagi menjadi dua lapisan utama yaitu

  1. Lapisan sel-sel tidak berinti yang bertanduk (Stratum korneum atau lapisan tanduk)
  2. Lapisan dalam yaitu stratum malfigi, dibagi menjadi stratum granulosum, lapisan sel basal (stratum germinativum) dan stratum spinosum.

Lapisan dermis kulit memiliki reseptor untuk sensasi sentuhan, tekanan, panas dingin dan nyeri.

Dermis terletak tepat dibawah epidermis, dan terdiri dari serabut-serabut kolagen, elastin dan retikulin yang tertanam dalam suatu substansi dasar.  Matriks kulit mengandung pembuluh-pembuluh darah dan saraf yang mrnyokong dan member nutrisi pada epidermis yang sedang tumbuh.  Disekitar pembuluh darah yang kecil terdapat limfosit, histiosit, sel mast dan neutrofil polimorfonuklear yang melindungi tubuh dari infeksi dan invasi benda-benda asing.

Lemak subkutan, lapisan ini merupakan bantalan untuk kulit, isolasi untuk mempertahankan suhu tubuh dan tempat penyimpanan energy.  Lemak subkutan terdiri atas kelenjar keringat (ekrine), kelenjar sebasea, kelenjar apokrin.

GANGGUAN (PATOFISIOLOGI) PADA KULIT

Akne  merupakan suatu proses peradangan kronik kelenjar-kelenjar sebasea. Ada beberapa varian akne yaitu : akne ekskoriata, akne konglobata, akne keloidalis dan akne rosasea.

Eksema mencakup semua lesi kulit yang disertai kemerahan, lepuh, basah.  Contoh eksema yaitu : Eksema atopic, eksema kontak alergi, eksema pada tangan, neurodermatitis, dermatitis seboroik, eksema statis.

Gangguan vascular termasuk urtikaria, eritema multiforme, eritema nodusum, vaskulitis kutaneus.

Psoriasis dan pitiriatis rosea

Infeksi kulit meliputi kutil, moluskum kontagiosum, herpes simpleks, cacar air dan herpes zoster, eksantema virus, kandidiasis, infeksi jamur dan bakteri pada kulit.

 

TERMINOLOGI

Humor Vitreus : zat setengah padat yangmenjaga retina tetap pada tempatnya

Humor aquasus : cairan jaringan bola mata.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Sloane,ethel,2003,Anatomi dan Fisiologi untuk Pemula,EGC,Jakarta.

 

4 Comments

  1. embun hati said,

    December 4, 2010 at 12:23 pm

    sistem indra…

    yg terakhir ini togh Kakak????
    wah…. dag terasaaa hehee… 😀

  2. brutalmeke2 said,

    December 5, 2010 at 11:42 am

    lab terakhirrrrr….cihuuuyyyyyyyyy

  3. Nurul izza said,

    April 16, 2011 at 10:11 pm

    mudah”an lulus di lab terakhirr
    ami Ya Alloh….
    hehehe


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: