Sekilas tentang Antibiotik yang Harus Anda Ketahui

Sakit flu, minum Antibiotik, sakit gigi, antibiotik, sakit sedikit langsung minum antibiotik.

Itulah fenomena masyarakat yang sering kita jumpai dari dulu hingga sekarang. Padahal meminum obat apalagi antibiotik jika tidak sesuai dengan penyakit yang diderita dapat merugikan diri sendiri. Untuk itu kali ini kita akan mengupas masalah perihal antibiotik untuk menambah pengetahuan sekaligus agar kita TIDAK SEMBARANGAN LAGI MEMINUM ANTIBIOTIK.

APA ITU ANTIBIOTIK?

Antibiotik=antibiotic=berasal dari bahasa yunani yaitu anti berarti lawan dan bios yang berarti kehidupan. Jadi, antibiotik berarti suatu zat yang dapat menghambat kehidupan mikroba (bakteri). Penemuan antibiotika terjadi secara ‘tidak sengaja’ ketika Alexander Fleming, pada tahun 1928, lupa membersihkan sediaan bakteri pada cawan petri dan meninggalkannya di rak cuci sepanjang akhir pekan. Pada hari Senin, ketika cawan petri tersebut akan dibersihkan, ia melihat sebagian kapang telah tumbuh di media dan bagian di sekitar kapang ‘bersih’ dari bakteri yang sebelumnya memenuhi media. Karena tertarik dengan kenyataan ini, ia melakukan penelitian lebih lanjut terhadap kapang tersebut, yang ternyata adalah Penicillium chrysogenum syn. P. notatum (kapang berwarna biru muda ini mudah ditemukan pada roti yang dibiarkan lembab beberapa hari). Ia lalu mendapat hasil positif dalam pengujian pengaruh ekstrak kapang itu terhadap bakteri koleksinya. Dari ekstrak itu ia diakui menemukan antibiotik alami pertama: penicillin G.

Jadi pada dasarnya antibiotik adalah senyawa yang dihasilkan oleh suatu mikroorganisme yang dapat menghambat pertumbuhan (bakterostatik) ataupun membunuh (bakterisid) mikroba lain.

Antibiotik dapat dibagi ke dalam beberapa jenis yaitu berdasarkan

CARA KERJA

JENIS BAKTERI YANG DISERANG (SPEKTRUM KERJA)

Yaitu spektrum sempit (hanya gram positif atau gram negatif saja) dan spektrum luas (gram positif dan negatif).

STRUKTUR KIMIA PENYUSUNNYA

a. Golongan Aminoglikosida
Diantaranya adalag amikasin, gentamisin, kanamisin, neomisin, netilimisin, paromisin, sisomisin, streptomisin, dan tobramisin.
b. Golongan Beta-Laktam
Diantaranya golongan karbapenem (ertapenem, imipenem, meropenem), golongan sefalosporin (sefaleksin, sefazolin, sefuroksim, sefadroksil, seftazidim), golongan beta-laktam monosiklik, dan golongan penisilin (penisilin, amoksisilin).
c. Golongan Glikopeptida
Diantaranya vankomisin, teikoplanin, ramoplanin dan dekaplanin.
d. Golongan Poliketida
Diantaranya golongan makrolida (eritromisin, azitromisin, klaritromisin, roksitromisin), golongan ketolida (telitromisin), golongan tetrasiklin (doksisiklin, oksitetrasiklin, klortetrasiklin).
e. Golongan Polimiksin
Diantaranya polimiksin dan kolistin.
f. Golongan Kuinolon (fluorokuinolon)
Diantaranya asam nalidiksat, siprofloksasin, ofloksasin, norfloksasin, levofloksasin, dan trovafloksasin.
g. Golongan Streptogramin
Diantaranya pristinamycin, virginiamycin, mikamycin, dan kinupristin-dalfopristin.
h. Golongan Oksazolidinon
Diantaranya linezolid dan AZD2563.
i. Golongan Sulfonamida
Diantaranya kotrimoksazol dan trimetoprim.
j. Antibiotika lain yang penting, seperti kloramfenikol, klindamisin dan asam fusidat.

Kembali ke permasalahan utama yaitu jangan menggunakan antibiotik sembarangan. 3 peraturan menggunakan antibiotik adalah cobalah untuk menghindarinya dan jika tidak, janganlah terlalu berlebihan dalam penggunaanya dan terakhir Aturan pakai diikuti dengan seksama, pengobatan dilakukan hingga tuntas. Jadi, apabila tidak terjadi ataupun tidak ada indikasi infeksi, jangan lah menggunakan antibiotik.

efek merugikan dari antibiotik yang sangat sangat ingin dihindari adalah RESISTENSI ANTIBIOTIK.

MIKROBA adalah makhluk yang sangat pintar dalam pertahanan, yaitu mereka dapat membentuk suatu tameng ataupun anti untuk mengatasi “sesuatu” yang dapat membunuhnya. Pada saat kita menggunakan antibiotik, mikroba yang tidak mati akan mengenali zat yang membunuhnya dan membuat suatu sistem pertahanan agar apabila zat tersebut tidak dapat membunuhnya lagi pada serangan berikutnya.

Oleh karena itu berhati-hatilah dengan pemakaian antibiotik atau anda dapat “membunuh diri sendiri”. Konsultasikan ke dokter dan apoteker untuk penggunaannya. Jangan menggunakan antibiotik tanpa pengetahuan yang cukup.

Catatan: flu bukan infeksi yang disebabkan oleh bakteri  tetapi penyebabnya adalah virus. Jadi penggunaan antibiotik tidak tepat untuk Flu….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: