Benarkah Cara Anda Meminum Obat??

Pernah minum obat tapi tidak juga sembuh? Itu bisa dikarenakan obat yang diminum kurang tepat ataupun cara minum obat yang salah. Biasanya untuk penyakit-penyakit yang umum (sakit kepala, flu, demam, dll) kita memilih dan mengkonsumsi obat sesuai pilihan kita (swamedikasi). Tapi, pernahkah kita memperhatikan bahwa obat yang kita minum itu sudah benar?

Karena hal tersebut, maka penulis di sini mencoba membantu agar pemilihan dan cara minum obat dapat dilakukan dengan tepat. Di sini kita membagi ke dalam  5 tipe tepat dalam konsumsi obat yaitu:

  • TEPAT INDIKASI

Apakah obat yang kita konsumsi sudah sesuai dengan keadaan penyakit yang kita alami? Itu hal pertama yang harus kita perhatikan. Karena konsumsi obat yang tidak sesuai dosis tidak akan memberikan efek yang diinginkan terhadapa penyakit. Untuk itu apabila membeli obat, rajin-rajin lah membaca etiket (informasi) yang biasanya tertera di wadah obat tersebut.

  • TEPAT PASIEN

Hal ini berkaitan dengan usia, ataupun berat badan pasien. Selain itu, ada pasien yang dikontra indikasikan (tidak diperbolehkan) untuk meminum obat tertentu berkaitan dengan keadaan lain dari pasien. Misalnya pasien yang meminum obat bersifat asam (contoh: asam mefenamat untuk antinyeri) tetapi memliki penyakit maag yang kronis (gawat). Sebaiknya memilih obat abtinyeri yang lain. KONSULTASIKAN HAL TERSEBUT DENGAN APOTEKER ANDA.

  • TEPAT DOSIS

Dosis (takaran) harus diperhatikan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Kurang dosis akan menyebabkan tidak berefeknya obat dan kelebihan dosis dapat menyebabkan over dosis.  So, dosis obat harus TEPAT.. hal ini juga berkaitan dengan usia dan keadaan pasien. Dosis Obat juga di bagi atas 2 yaitu berdasarkan usia dan berat badan. Ada pula keadaan khusus untuk konversi dosis seperti berdasarkan bersihan kreatiniin pasien. Untuk yang satu ini, nanti akan kita bahas lebih jauh di lain kesempatan.. khusus untuk sirup, harus diperhatikan takarannya. Untuk sendok teh yaitu 5 ml dan sendok makan 15 ml. sebaiknya menggunakan sendok obat yang ada takrannya.

  • TEPAT CARA

Cara pemberian obat ada bermacam-macam. Ada dengan cara di minum, diteteskan, di oleskan, melalui suntikan, ataupun melalui dubur dan vagina. Kebanyakan swamedikasi menggunakan obat yang di minum melalui mulut dan oles (untuk pemakaian luar).

Ada pula obat yagn harus diminum sebelum dan sesudah makan. Atau lebih baik dikatakan DENGAN PERUT KOSONG ATAUPUN BERSAMA MAKANAN. Untuk hal tersebut konsultasikan dengan apoteker.

jadi baca aturan Pakai yaa..

  • TEPAT WAKTU

Nah, mungkin ini yang paling banyak disepelekan oleh kita. Biasanya untuk obat yang di minum 3 kali sehari, kita minumnya pagi, siang dan malam kan? Pernah tidak kita memperhatikan jedah waktunya?

Berikut penjelasannya.

Untuk obat yang aturan pakainya 3 kali sehari, artinya DIMINUM TIAP 8 JAM.  Untuk 2 kali sehari, artinya DIMINUM TIAP 12 JAM. Jadi, rumusnya adalah (24 jam dibagi dengan berapa kali kita meminum obat dalam sehari). Gampang kan???

Mudah-mudahan informasi ini dapat menambah pengetahuan dan lebih meningkatkan kualitas kesehatan kita semua.

2 Comments

  1. September 19, 2010 at 10:48 am

    Sering update informasinya nah…^_^


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: